Maulid Nabi dan Haul ke-3 Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun Digelar Khidmat, Santunan Anak Yatim Warnai Malam Penuh Berkah
RILISNUSA — SERANG,Suasana penuh khidmat, haru dan keberkahan menyelimuti Kampung Limus Buek, RT 09/05, Desa Suka Indah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu malam, 26 September 2026, hingga Minggu dini hari.
Masyarakat bersama para ulama, kiai, ustaz, habib, tokoh masyarakat serta pemuda-pemudi berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dirangkaikan dengan tahlil, pembacaan Asmaul Husna, Badar, pembacaan Maulid Nabi, santunan anak yatim, sekaligus Haul ke-3 almarhum Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun, yang dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qur'an, Link Karadenan, Kasunyatan, Kota Serang, Banten.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ustaz Nizar tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenang jasa dan keteladanan almarhum Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun dalam perjuangan dakwah dan pendidikan keagamaan.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana religius. Lantunan tahlil, Asmaul Husna, Badar serta pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW menggema di tengah keheningan malam. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian dengan penuh kekhusyukan.
Tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, acara tersebut juga memiliki nilai sosial melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari suasana malam yang sarat dengan kepedulian dan kasih sayang.
Santunan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan perhatian kepada kaum yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kiai, ustaz, habib, baik laki-laki maupun perempuan, yang datang dari berbagai daerah. Di antaranya dari Kota Cilegon, Tangerang, Jakarta, Pandeglang, Rangkasbitung, serta khususnya dari wilayah Karadenan Kasunyatan, Kota dan Kabupaten Serang.
Selain para ulama dan tokoh agama, hadir pula pemuda-pemudi, tokoh masyarakat serta warga Kampung Limus Buek. Kepala Desa Suka Indah, H. Juheri, juga turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut bersama masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu majelis menunjukkan bahwa tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi dan Haul masih menjadi ruang penting untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
Mengenang Keteladanan Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun. Haul ke-3 Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan tersebut. Bagi keluarga, santri, jamaah dan masyarakat yang mengenal sosok beliau, haul bukan sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan, ilmu, nasihat dan keteladanan yang pernah diberikan semasa hidup.
Doa-doa yang dipanjatkan dalam majelis tersebut diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus amal jariyah bagi almarhum. Semangat perjuangan dalam pendidikan agama dan pembinaan generasi muda diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh para santri, keluarga, jamaah dan masyarakat.
Suasana semakin menyentuh ketika jamaah bersama-sama mendoakan almarhum serta orang tua, guru, para ulama dan seluruh kaum muslimin yang telah mendahului.
Malam itu seolah mengingatkan kembali bahwa usia manusia boleh berakhir, namun ilmu, kebaikan, keteladanan dan amal yang bermanfaat bagi sesama dapat terus hidup dan dikenang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk kembali meneladani kehidupan Rasulullah SAW, terutama dalam hal akhlak, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Di tengah kehidupan yang terus berubah, kegiatan keagamaan yang mempertemukan ulama, tokoh masyarakat, generasi muda dan warga menjadi sesuatu yang memiliki makna tersendiri.
Bukan sekadar berkumpul, tetapi juga menyatukan hati dalam lantunan shalawat, doa dan dzikir.
Terlebih dengan adanya santunan anak yatim, nilai kegiatan tersebut terasa semakin kuat. Kebahagiaan anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi bagian dari keindahan malam peringatan Maulid Nabi dan Haul tersebut.
Semoga kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebab pada akhirnya, kemuliaan sebuah majelis bukan hanya diukur dari ramainya orang yang hadir, tetapi dari hati yang pulang membawa perubahan, doa yang dipanjatkan dengan tulus, serta kebaikan yang kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-3 Abah Tb. Muhammad Ali Ma'mun mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, seluruh amal ibadah diterima, dan santunan yang diberikan menjadi kebahagiaan serta kebermanfaatan bagi anak-anak yatim yang menerimanya.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad.**
