Revitalisasi Satuan Pendidikan: PAUD Losfita Serang Jadi Contoh Swakelola Berkualitas
0 menit baca
![]() |
| PAUD Losfita Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang |
RILISNUSA -- SERANG,7 September 2026 — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah melalui dukungan pemerintah terus memberikan manfaat bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini. Salah satunya terlihat pada pembangunan PAUD Losfita yang berlokasi di Kampung Pasir Salam RT 001/002, Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, yang kini pengerjaannya mendekati rampung.
Pembangunan PAUD Losfita tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Proses pembangunan dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian serta mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga setiap tahapan pekerjaan diupayakan dapat menghasilkan bangunan yang kokoh, rapi, dan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak PAUD dalam jangka panjang.
Kepala PAUD Losfita, Mastuti, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Serang atas dukungan yang diberikan. Dengan penuh haru, ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan peningkatan sarana pendidikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Tanpa adanya bantuan pemerintah, belum tentu kami mampu membangun sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini seperti ini,” ungkap Mastuti saat ditemui di lokasi, Senin (7/9/2026).
Ketua P2SP, Asmari, menuturkan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan secara cermat dengan memperhatikan material yang tercantum dalam RAB. Menurutnya, Tim P2SP berupaya menjaga kualitas pekerjaan mulai dari struktur bangunan hingga bagian atap. “Pembangunan ini kami laksanakan dengan hati-hati menggunakan material sesuai RAB. Dari jenis besi, rangka baja, maupun bagian atap, semuanya menggunakan material bermerek dan ber-SNI. Bahkan untuk memperkuat struktur bangunan, kami juga menggunakan cakar ayam,” terang Asmari.
Sementara itu, Agus Halim, selaku kepala tukang, menjelaskan ukuran bangunan yang sedang dikerjakan. Ia menyebutkan dimensi bangunan secara keseluruhan mencapai sekitar 16,20 meter x 8,20 meter apabila dihitung dari pinggir ke pinggir termasuk bagian teras. Sedangkan berdasarkan pengukuran dari as ke as, ukuran bangunan sekitar 16 meter x 8 meter. Adapun ketinggian bangunan disebut mencapai sekitar 5,60 meter, dengan perhitungan 370 + 189 sentimeter. “Ukuran tersebut merupakan ukuran bangunan yang kami kerjakan di lokasi,” jelas Agus.
Pendamping pelaksana pembangunan, Gito, turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan Tim P2SP selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi yang baik antaranggota menjadi salah satu faktor penting sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. “Selama kegiatan berlangsung, Tim P2SP selalu solid dan saling bahu-membahu. Kami berupaya agar hasil pembangunan ini cukup rapi dan dapat digunakan untuk jangka panjang, bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek,” ujarnya.
Kualitas pekerjaan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari Erdi, Kasi Sarpras bidang terkait, yang menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan yang dilakukan sehari sebelumnya, kondisi pembangunan PAUD Losfita dinilai sudah cukup baik. “Setelah kami cek satu hari yang lalu, hasilnya sudah cukup lumayan baik,” kata Erdi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler pada hari yang sama. Dengan pembangunan yang hampir rampung, PAUD Losfita diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi anak-anak, sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.**
