Pelatihan Data Visualization ASN Se-Provinsi Banten di BPSDMD Resmi Ditutup
RILISNUSA - Pandeglan,Pelatihan Data Visualization bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Banten resmi ditutup di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Jalan Lintas Timur Km 4 Karang Tanjung, Pandeglang, Banten. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas BKD Nomor: 800.1.4.1/167/BKD/2026 mulai 06 hingga 13 Mei 2026.
Peserta pelatihan merupakan perwakilan dari masing-masing OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang mengirimkan satu orang ASN untuk mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi di bidang visualisasi data dan teknologi informasi pemerintahan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Drs. E. A. Deni Hermawan, M.Si.. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana peningkatan kapasitas diri sebagai ASN.
Menurutnya, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam memperkaya profil dan kualitas diri aparatur sipil negara. Saat ini ASN dituntut terus belajar, mengikuti pelatihan, serta meningkatkan kemampuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan sistem manajemen talenta.
“Pengembangan kompetensi menjadi salah satu indikator penting dalam perjalanan karier ASN. Profil pegawai akan dipengaruhi oleh sejauh mana ASN aktif mengikuti pendidikan dan pelatihan,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran kombinasi, yakni satu hari pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dan lima hari pembelajaran tatap muka di BPSDMD Provinsi Banten. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari teori hingga praktik langsung terkait pengelolaan dan visualisasi data digital.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digunakan dalam pengolahan visual gambar maupun penyusunan tulisan dan data informasi. Pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelayanan publik yang lebih modern dan efektif.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dinamika kelompok serta perkenalan narasumber yang dipandu oleh M. Nurhana, S.Pd., MM. Peserta juga menerima materi pendidikan antikorupsi yang disampaikan oleh Saefudin. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa korupsi merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara dan bertentangan dengan integritas aparatur sipil negara.
Pada hari kedua pelatihan, peserta menerima materi dari narasumber DiskominfoSP Provinsi Banten mengenai teori visual dan penguatan sistem komunikasi digital pemerintahan. Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Provinsi Banten, Dr. H. Karna Wijaya, SH., MH, memaparkan pentingnya penggunaan grafik dan visualisasi data dalam penyajian informasi pemerintahan agar lebih mudah dipahami, informatif, dan komunikatif.
Selain itu, Kepala Bidang DiskominfoSP Provinsi Banten, Dian Herdiana, ST, menjelaskan bahwa ke depan sistem pelaporan pemerintahan akan semakin mengedepankan media digital dan dashboard website berbasis visualisasi data. Menurutnya, laporan kepada Gubernur Banten saat ini mulai diarahkan menggunakan media digital guna meningkatkan efektivitas, kecepatan, dan akurasi informasi.
Materi lainnya disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) mengenai pentingnya visualisasi data dalam penyampaian informasi publik. Paparan tersebut dibawakan oleh Ananda Syaifullah selaku Kepala Produksi IndonesiaBaik.id. Dalam paparannya, Ananda menjelaskan bahwa visualisasi data memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara menarik, sederhana, dan mudah dipahami di era digital saat ini.
Kegiatan pelatihan secara resmi ditutup oleh Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Drs. E. A. Deni Hermawan, M.Si., didampingi para kepala bidang serta pejabat di lingkungan BPSDMD Provinsi Banten. Dalam sambutannya, ia mengatakan seluruh peserta terlihat aktif dan antusias selama mengikuti proses pembelajaran dari awal hingga akhir kegiatan.
Menurutnya, semangat belajar para peserta menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas ASN yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing untuk mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Ketua kelas pelatihan, Ucu Sastra, SE., MM, mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan ASN, khususnya dalam pemanfaatan data dan teknologi informasi di lingkungan kerja.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan yang baik bagi ASN untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan visualisasi data yang saat ini sangat dibutuhkan dalam mendukung pelayanan publik dan pengambilan keputusan,” kata Ucu Sastra.
Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjadi ASN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Yusup

