TRENDING

Hidup dalam Keterbatasan, Keluarga Nurman di Pamarayan Butuh Uluran Tangan Pemerintah

RILISNUSA - SERANG BANTEN,Kisah kehidupan keluarga Nurman, warga Kampung Harendong Cinanggerang, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, mengundang keprihatinan. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan, keluarga ini harus menjalani kehidupan sehari hari dengan serba kekurangan.

Nurman yang merupakan kepala rumah tangga disebut mengalami penyakit jantung sehingga tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kondisi tersebut membuat beban kehidupan keluarga semakin berat, terlebih kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi meskipun penghasilan sangat terbatas.

Dalam kondisi demikian, sang istri, Agus Mirawati, yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga, terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Ia berupaya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan suami dan anaknya dengan segala keterbatasan yang ada.

Sementara itu, Rahmawati, anak pasangan Nurman dan Agus Mirawati, saat ini duduk di bangku SMP kelas 7B. Setiap hari, Rahmawati harus berjalan kaki menuju sekolah dengan jarak kurang lebih 2,5 kilometer. Perjalanan tersebut dilakukan dengan penuh kesederhanaan, meski kondisi ekonomi keluarga membuat berbagai kebutuhan pendidikannya juga tidak mudah dipenuhi.

Yang lebih memprihatinkan, kondisi tempat tinggal keluarga tersebut dinilai sangat tidak layak huni. Berbagai kebutuhan dasar pun menjadi persoalan. Salah satunya adalah ketersediaan air untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Keluarga Nurman selama ini harus meminta air kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumur yang menjadi satu-satunya sumber air andalan keluarga tidak dapat diandalkan ketika terjadi kemarau panjang, sehingga persoalan air bersih semakin menambah beban kehidupan mereka.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Di tengah berbagai program pembangunan dan bantuan sosial, keluarga seperti Nurman diharapkan tidak luput dari perhatian pemerintah daerah.

“Kondisi seperti ini tentu sangat memprihatinkan. Seorang kepala keluarga yang tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatan, seorang istri yang harus menjadi tulang punggung keluarga, serta seorang anak yang tetap berjuang menempuh pendidikan dengan berjalan kaki setiap hari,” demikian gambaran keprihatinan terhadap kondisi keluarga tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Serang melalui dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi keluarga Nurman. Bantuan yang dibutuhkan bukan hanya terkait kebutuhan ekonomi, tetapi juga perhatian terhadap kondisi rumah, akses air bersih, kesehatan, serta keberlangsungan pendidikan Rahmawati.

Begitu pula Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat memberikan perhatian dan mengambil langkah nyata apabila keluarga tersebut memang memenuhi kriteria penerima berbagai program bantuan pemerintah. Verifikasi langsung di lapangan dinilai penting agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kisah keluarga Nurman menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan daerah, masih ada warga yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Mereka bukan sekadar membutuhkan bantuan sesaat, tetapi membutuhkan perhatian agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat.

Harapannya, kisah ini dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan. Jangan sampai keluarga yang sedang berada dalam kondisi sulit harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten diharapkan segera turun tangan, melihat langsung kondisi keluarga Nurman, dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.**

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image