Pemprov Banten Hemat Hingga 69% Biaya Listrik Lewat PLTS Atap, Sekaligus Cetak SDM Energi Hijau
0 menit baca
RILISNUSA - SERANG,Pemerintah Provinsi Banten terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transisi menuju energi bersih melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Program tersebut mulai diterapkan di sejumlah gedung organisasi perangkat daerah (OPD) serta SMK Negeri di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).
Program yang dilaksanakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten tersebut menggunakan PLTS Atap dengan sistem on-grid berkapasitas 25 kWp. Pemanfaatan teknologi energi terbarukan ini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi penggunaan anggaran pemerintah daerah.
Berdasarkan pencatatan tagihan listrik, konsumsi energi dari PLN mengalami penurunan pada jam operasional di sejumlah gedung OPD dan sekolah yang telah mendapatkan fasilitas PLTS Atap. Efisiensi biaya listrik pada sektor pemerintahan tercatat berada di kisaran 24 hingga 48 persen, sedangkan penghematan pada sejumlah SMK Negeri mencapai 41 hingga 69 persen.
Efisiensi tersebut dinilai menjadi kabar positif bagi pengelolaan keuangan daerah. Pengurangan beban biaya listrik dapat membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan anggaran pada sektor lain yang lebih berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, pembangunan, maupun peningkatan kualitas pendidikan.
Selain memberikan manfaat dari sisi efisiensi, program PLTS Atap juga menjadi langkah penting dalam memanfaatkan potensi energi surya yang dimiliki Provinsi Banten. Wilayah Banten memiliki intensitas penyinaran matahari rata-rata sekitar 4,5–5,5 kWh/m² per hari, sehingga energi surya memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber energi terbarukan.
Menariknya, penerapan PLTS Atap di lingkungan SMK tidak hanya berorientasi pada produksi energi listrik. Infrastruktur tersebut juga diarahkan menjadi living lab atau laboratorium pembelajaran nyata bagi para siswa, khususnya peserta didik pada program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dan Teknik Komputer.
Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai instalasi PLTS, pemeliharaan perangkat, sistem kelistrikan, hingga sistem proteksi energi terbarukan. Langkah ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin membutuhkan tenaga terampil di bidang teknologi energi bersih.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, H. Ari James Faraddy, mengatakan implementasi PLTS Atap merupakan salah satu langkah awal Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
“Ketahanan energi dan transisi menuju energi hijau adalah fondasi utama pembangunan Banten yang berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya di gedung pemerintah dan SMKN adalah bukti nyata bahwa Banten tidak hanya bicara soal target, tetapi bertindak dengan aksi nyata yang hemat, transparan, dan berdampak bagi generasi mendatang,” terang Ari.
Menurutnya, pemanfaatan energi surya di lingkungan pemerintahan dan pendidikan menunjukkan bahwa agenda transisi energi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi anggaran serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ke depan, Pemprov Banten diharapkan dapat memperluas pemanfaatan PLTS Atap ke lebih banyak OPD dan satuan pendidikan. Dengan menggabungkan kebijakan pemerintah, teknologi energi bersih, efisiensi anggaran, serta pendidikan vokasi, program tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi terbarukan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus edukatif.
Langkah ini juga menjadi pesan positif bahwa transisi energi bukan sekadar target jangka panjang, melainkan dapat dimulai dari lingkungan pemerintahan dan sekolah. Dengan pemanfaatan potensi matahari yang dimiliki Banten secara optimal, pembangunan daerah diharapkan semakin hemat energi, ramah lingkungan, sekaligus mampu menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang energi terbarukan.**
