TRENDING


 

Peran Strategis Wasbitnak Perkuat Pengembangan Peternakan di Provinsi Banten

 

RILISNUSA - Serang - Dinas Pertanian Provinsi Banten terus memperkuat upaya pengembangan sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan dan stabilitas pasokan produk hewani bagi masyarakat. Salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan sektor ini adalah peran strategis Wasbitnak (Pengawas Bibit Ternak) yang menjadi garda terdepan dalam memastikan mutu bibit ternak di lapangan.

Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ery Yanuar, menjelaskan bahwa pengembangan peternakan di Banten dilakukan melalui langkah-langkah komprehensif yang mencakup peningkatan populasi ternak, peningkatan produktivitas, serta penguatan kualitas benih dan bibit.

“Wasbitnak memiliki peran vital dalam memastikan bibit ternak yang beredar di masyarakat memenuhi standar mutu. Mulai dari pengawasan teknis, pendampingan peternak, hingga verifikasi kelayakan distribusi unggas dan ruminansia, semuanya dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sektor peternakan di Banten,” ujar Ery Yanuar.

Langkah Strategis Pengembangan Peternakan

Menurut Ery, beberapa strategi utama yang terus diperkuat Dinas Pertanian Banten antara lain:

Peningkatan populasi ternak, melalui pengadaan benih/bibit dari luar daerah dan bantuan ternak bagi kelompok tani.

Optimalisasi reproduksi, lewat intensifikasi kawin alam hingga pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) secara masif.

Distribusi dan pengawasan kualitas semen beku sebagai sumber sperma unggul bagi ternak ruminansia.

Pembinaan petugas IB, PKB, dan ATR agar pelayanan reproduksi ternak semakin profesional.

Peningkatan kapasitas SDM peternak, khususnya dalam manajemen budidaya, kesehatan ternak, dan produksi pakan.

Perlindungan peternak, melalui asuransi ternak serta pengendalian harga di tingkat produsen.

“Tujuan utama kami adalah memastikan peternak dapat berproduksi dengan efisien, aman, dan menguntungkan. Dalam proses itu, Wasbitnak menjadi instrumen pengawasan utama di lapangan,” tambah Ery.

Pengawasan Bibit Ternak Unggas

Dalam sektor unggas, Wasbitnak melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran benih dan bibit unggas agar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengawasan mencakup:

Verifikasi sarana-prasarana distribusi.

Penjaminan kesejahteraan hewan (kesrawan).

Kontrol fluktuasi harga DOC, daging ayam, dan telur.

Pengawasan larangan penjualan telur tetas sebagai telur konsumsi.

Verifikasi kepemilikan sertifikat Good Breeding Practice (GBP) dan Good Farming Practice (GFP) sebagai syarat perizinan OSS.

Lokasi Pengawasan Ternak Unggas:

• Produsen Telur Tetas Ayam (Parent Stock)

Kab. Serang: 10 unit

Kab. Lebak: 8 unit

Kab. Pandeglang: 3 unit

Kab. Tangerang: 2 unit

• Hatchery (Penetasan Telur)

Kab. Tangerang: 4 unit

Kab. Lebak: 3 unit

Kab. Pandeglang: 1 unit

Kab. Serang: 1 unit

• Farm Komersial Ayam Pedaging dan Petelur: Tersebar di 7 kabupaten/kota.

Pengawasan Bibit Ternak Ruminansia

Untuk ternak ruminansia, Wasbitnak memastikan hanya ternak yang memenuhi spesifikasi teknis dan kesehatan yang dapat masuk ke Provinsi Banten. Pengawasan dilakukan mulai dari:

Seleksi ternak masuk dari luar provinsi.

Pengawasan distribusi dan penggunaan semen beku dalam program IB.

Penerbitan Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB) untuk pejantan dan indukan.

Pengawasan pelaksanaan kebijakan pusat seperti kewajiban importir sapi memenuhi 35% indukan dari kapasitas kandang.

Pendampingan pengadaan sapi kurban Presiden untuk masyarakat Banten.

Lokasi pengawasan ruminansia mencakup seluruh kabupaten/kota serta titik pemasukan ternak dari luar daerah.

Komitmen Dinas Pertanian Banten

Ery Yanuar menegaskan bahwa Wasbitnak akan semakin diperkuat perannya sebagai ujung tombak pengawasan mutu peternakan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan peternakan di Banten berjalan secara berkelanjutan, efisien, dan memberikan manfaat langsung bagi peternak maupun konsumen. Wasbitnak adalah bagian tak terpisahkan dari upaya tersebut,” ungkapnya.

Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, peternak, dan para pengawas bibit ternak, Provinsi Banten optimistis mampu mewujudkan kemandirian dan ketahanan peternakan yang tangguh di masa mendatang. (ADV)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image