Jalan Alternatif Cadasari–Petir Bertahun-tahun Rusak, Warga Tambal Lubang Pakai Paving Blok: Pemerintah ke Mana?
RILISNUSA - Pandeglang – Jalan alternatif Cadasari–Petir yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga akhirnya “diperbaiki”. Ironisnya, bukan oleh pemerintah, melainkan diduga atas inisiatif masyarakat setempat.
Jalan alternatif Cadasari–Petir
Di wilayah Desa Cadasari, tak jauh dari depan Kantor Kecamatan Cadasari, sejumlah lubang jalan kini ditutup menggunakan paving blok. Bukan aspal hotmix, bukan perbaikan menyeluruh—hanya susunan paving yang seadanya untuk menutup lubang menganga yang selama ini membahayakan pengendara.
Langkah warga ini memang patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian. Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Bagaimana mungkin jalan alternatif yang menjadi akses penting masyarakat dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan merata?
Hingga kini, tidak diketahui secara pasti sumber anggaran penambalan tersebut. Jika benar itu murni swadaya masyarakat, maka pertanyaannya semakin tajam: di mana peran dan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan infrastruktur dasar tetap layak?
Jalan alternatif Cadasari–Petir bukan sekadar jalur penghubung biasa. Ia menjadi tumpuan mobilitas warga, jalur distribusi hasil pertanian, hingga akses vital saat jalur utama padat atau mengalami gangguan. Membiarkannya rusak berkepanjangan sama saja dengan membiarkan roda ekonomi warga tersendat.
Penambalan dengan paving blok pun jelas bukan solusi jangka panjang. Ketika diguyur hujan deras atau dilalui kendaraan berat, tambalan darurat tersebut berpotensi kembali rusak. Jika itu terjadi, risiko kecelakaan kembali mengintai.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa perencanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur belum berjalan maksimal. Jangan sampai pemerintah hanya sigap saat sorotan publik menguat, namun lamban dalam perencanaan jangka panjang.
Masyarakat tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan jalan yang aman, rata, dan layak dilalui. Jika warga saja bisa bergerak dengan keterbatasan, seharusnya pemerintah dengan kewenangan dan anggaran yang ada mampu berbuat jauh lebih baik.
Sudah saatnya instansi terkait turun tangan secara serius, melakukan perbaikan menyeluruh, transparan soal anggaran, serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar. Jangan sampai inisiatif warga menambal jalan dengan paving blok menjadi simbol kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.
Sebab infrastruktur bukan sekadar proyek—ia adalah bukti nyata keberpihakan kepada masyarakat.**
