Ruas Jalan Raya Pandeglang–Serang Rawan Berlubang, Perawatan Diduga Asal Jadi
![]() |
| Ruas Jalan Raya Pandeglang–Serang |
RILISNUSA - Pandeglang,Ruas Jalan Raya Pandeglang–Serang kembali dikeluhkan para pengguna jalan. Kondisi badan jalan yang berlubang di sejumlah titik dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas di jalur penghubung vital antara Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang tersebut.
Ironisnya, perawatan jalan disebut-sebut kerap dilakukan. Namun hasilnya jauh dari kata maksimal. Tambal sulam yang dikerjakan diduga asal jadi, tidak merata, dan tidak bertahan lama. Belum genap beberapa bulan, lubang kembali menganga, seolah menjadi “langganan tetap” di jalur tersebut.
Sejumlah pengendara mengaku kecewa. Mereka menilai perbaikan yang dilakukan seperti sekadar menggugurkan kewajiban administratif, bukan solusi permanen. “Baru ditambal sebentar sudah rusak lagi. Kalau begini terus, yang jadi korban pengguna jalan,” ujar salah satu pengendara roda dua yang hampir terjatuh saat menghindari lubang.
Sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang, ruas jalan,Pandeglang–Serang memiliki peran strategis. Apalagi menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 2026, volume kendaraan dipastikan meningkat tajam. Jika kondisi jalan tetap dibiarkan seperti sekarang, potensi kecelakaan lalu lintas akan semakin tinggi.
Publik patut bertanya: apakah anggaran perawatan jalan sudah benar-benar digunakan secara optimal? Ataukah pekerjaan dilakukan tanpa pengawasan ketat sehingga kualitasnya jauh dari standar?
Masyarakat berharap instansi terkait tidak tutup mata. Jangan sampai perbaikan hanya bersifat tambal sulam demi laporan kegiatan, sementara keselamatan pengguna jalan dipertaruhkan. Jalan raya bukan ajang coba-coba kualitas pekerjaan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan permanen, bukan sekadar polesan sementara. Jangan tunggu korban berjatuhan baru bergerak cepat.
Karena pada akhirnya, jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur—melainkan cerminan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan warganya.**

