TRENDING


 

Lubang Jalan 80 Cm Picu Kecelakaan Mahasiswi di Jalur Serang–Pandeglang, Warga Desak PUPR Banten Bertindak


RILISNUSA - SERANG,Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas Jalan Raya Serang–Pandeglang, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Baros, Kampung Malendeng, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh lubang besar di badan jalan dengan diameter sekitar 80 sentimeter dan kedalaman diperkirakan 30 hingga 40 sentimeter, yang membahayakan pengendara terutama saat malam hari.

Korban diketahui bernama Lathifah bin Tohir (20), seorang mahasiswi Universitas Sintanala Tangerang jurusan Teknologi Laboratorium semester VI. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi B 6517 JIV.

Beruntung saat kejadian kondisi lalu lintas relatif sepi sehingga tidak menimbulkan kecelakaan beruntun.

Orang tua korban, Tohir, menuturkan bahwa saat itu dirinya sedang menjemput anaknya yang baru saja menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di RSUD Pandeglang Cikoneng selama kurang lebih 50 hari.

“Hari ini adalah hari terakhir Latifah menjalani PKL di RSUD Pandeglang Cikoneng. Saya menjemputnya untuk pulang dan kami masing‑masing mengendarai sepeda motor,” ujar Tohir.

Menurutnya, sepanjang ruas jalan tersebut banyak ditemukan lubang dengan kondisi cukup memprihatinkan. Selain itu, minimnya lampu penerangan jalan membuat kondisi semakin berbahaya saat malam hari.

“Di sepanjang jalan banyak lubang dan tidak ada lampu penerangan jalan. Saat kondisi gelap itulah anak saya menabrak lubang hingga terjatuh dan mengalami luka di bagian kaki kanan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kaki kanan serta keseleo setelah tertimpa setang sepeda motor.

Dua warga yang membantu korban saat kejadian, Dedi dan Rudi, membenarkan bahwa kecelakaan terjadi karena korban menabrak lubang di badan jalan.

“Korban menabrak lubang jalan sehingga terjatuh. Kondisinya mengalami luka cukup serius di bagian kaki. Jalan ini memang rusak parah dan gelap karena tidak ada lampu penerangan,” ujar Dedi.


Menurut saksi, kondisi jalan di lokasi tersebut sudah lama rusak dan sering membahayakan pengendara yang melintas.

Warga sekitar mengaku kecelakaan di titik tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan selama bulan Ramadan ini, sudah beberapa kali kecelakaan terjadi akibat lubang di lokasi yang sama.

“Selama bulan Ramadan ini sudah sekitar empat kali kecelakaan di lubang yang sama. Yang ini termasuk yang paling parah,” ujar salah satu warga.

Karena khawatir membahayakan pengendara, warga bahkan sering berinisiatif menutup lubang dengan cara sederhana.

“Kami warga sering menutup lubang dengan karung berisi pasir lalu dimasukkan ke lubang supaya tidak terlalu membahayakan,” tambahnya.

Sementara itu, Maswi, Sekretaris LBH K Wartawan, yang juga merupakan keluarga korban, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jalan di jalur Serang–Pandeglang tersebut.

Menurutnya, meskipun ruas jalan tersebut kerap dilakukan perawatan, kerusakan jalan masih sering terjadi dalam waktu singkat.

“Kami melihat ruas jalan ini memang sering diperbaiki, namun tidak lama kemudian kembali rusak. Bahkan ada bagian yang baru beberapa hari diperbaiki sudah kembali berlubang,” ujar Maswi.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak terkait agar tidak terus menimbulkan korban kecelakaan.

Warga dan keluarga korban berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan di jalur tersebut.

Menurut warga, perbaikan yang selama ini dilakukan dinilai belum memberikan hasil maksimal karena kerusakan jalan kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

Selain perbaikan permanen, masyarakat juga meminta pemerintah memasang lampu penerangan jalan di lokasi tersebut agar pengendara dapat lebih mudah melihat kondisi jalan pada malam hari.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan tambal sulam, tetapi melakukan perbaikan yang lebih serius demi keselamatan pengguna jalan.

Jika tidak segera ditangani secara maksimal, warga khawatir kecelakaan akibat jalan rusak akan terus berulang dan kembali menimbulkan korban di kemudian hari, pungkasnya.

(M.Rais)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image