TRENDING


 

Kesalahpahaman Ustaz R dan Keluarga SJ Berakhir Damai, Diselesaikan Lewat Musyawarah Kekeluargaan

RILISNUSA - Pandeglang,Dugaan kesalahpahaman yang sempat terjadi antara seorang ustaz berinisial R dengan keluarga SJ di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dipastikan telah berakhir damai. Persoalan tersebut diselesaikan melalui musyawarah kekeluargaan yang difasilitasi Pemerintah Desa Pasir Peuteuy pada 29 November 2025.

Dalam musyawarah itu, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan secara damai dengan saling memaafkan dan tidak menempuh jalur hukum. Kesepakatan tersebut disaksikan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah saksi yang hadir.

Kepala Desa Pasir Peuteuy, Sunarsa, membenarkan bahwa permasalahan tersebut telah selesai secara musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan perdamaian.

"Alhamdulillah kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Kami memfasilitasi penyelesaian ini secara baik-baik dan tidak ada pihak yang saling menuntut. Sebagai pemerintah desa, kami berkewajiban menjaga kondusivitas masyarakat melalui penyelesaian yang mengedepankan restorative justice," ujar Sunarsa.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa Pasir Peuteuy, Evi, mengatakan proses musyawarah berlangsung terbuka dan dihadiri oleh saksi serta tokoh masyarakat sebagai bentuk transparansi penyelesaian persoalan.

"Musyawarah berjalan lancar, dihadiri para saksi dan tokoh masyarakat. Hasilnya diterima oleh kedua belah pihak dengan penuh keikhlasan," katanya.

Salah seorang tokoh masyarakat yang turut hadir memberikan apresiasi atas langkah penyelesaian yang ditempuh. Menurutnya, musyawarah merupakan cara terbaik untuk menjaga persatuan dan keharmonisan warga.

"Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Peran pemerintah desa sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, R menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga SI yang telah memberikan maaf atas kekhilafan yang terjadi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga SJ yang telah membuka pintu maaf selebar-lebarnya. Saya juga berterima kasih kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tuturnya.

Di sisi lain, keluarga SJ juga menerima penyelesaian tersebut dengan lapang dada dan memilih mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan demi menjaga hubungan baik di lingkungan masyarakat.

Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, persoalan yang sempat menimbulkan kesalahpahaman dinyatakan selesai. Penyelesaian tersebut menjadi contoh bahwa dialog, musyawarah, dan sikap saling memaafkan merupakan solusi yang efektif dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Redaksi: Penyelesaian melalui musyawarah dan semangat saling memaafkan merupakan nilai luhur yang patut diapresiasi. Langkah ini diharapkan menjadi teladan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana dengan mengedepankan komunikasi, hukum yang berlaku, serta persaudaraan demi terciptanya situasi masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.**

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image