Reses MPR dan Revisit SDN Sirnagalih 3 Mandalawangi, Kehangatan ISHOMA di Rumah Pak Sujana Korcam RBB
Kegiatan diawali dengan Kunjungan Reses dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada masyarakat, dilanjutkan dengan agenda Revisit (kunjungan balik) ke SDN Sirnagalih 3 Mandalawangi untuk melihat langsung kondisi sekolah dan menyerap aspirasi terkait dunia pendidikan di wilayah pedesaan.
Tim reses disambut antusias oleh warga, guru, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam dialog yang berlangsung, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari pentingnya penguatan wawasan kebangsaan, hingga kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan dasar di Mandalawangi.
"Reses ini bukan sekadar serap aspirasi, tapi juga memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat, dan pendidikan dasar mendapat perhatian serius," ujar salah satu perwakilan tim di sela kegiatan.
Usai melaksanakan dua agenda tersebut, kegiatan berlanjut dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan Bersama) di Rumah Pak Sujana, yang merupakan Korcam RBB (Rumah Baca Bersama/Relawan) Mandalawangi.
Suasana ISHOMA berlangsung sangat kekeluargaan. Rumah sederhana Pak Sujana menjadi tempat berkumpul yang hangat, diwarnai canda tawa bersama warga, ibu-ibu, dan anak-anak sekitar. Momen kebersamaan ini diabadikan dalam foto bersama di teras rumah, menunjukkan kedekatan antara tim reses dan masyarakat tanpa sekat.
Pak Sujana selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim reses menjadi penyemangat bagi warga dan relawan RBB di Mandalawangi untuk terus bergerak di bidang sosial dan pendidikan.
"Kami sangat senang dan berterima kasih sudah mampir. Rumah kami selalu terbuka untuk kegiatan kebaikan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga," ungkapnya.
Kegiatan reses, SOS MPR, dan revisit sekolah ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi tindak lanjut nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan di wilayah Mandalawangi, Pandeglang.
Sementara itu, kehangatan ISHOMA di Rumah Pak Sujana menjadi pengingat bahwa kekuatan utama dari kegiatan reses adalah kebersamaan dan kemanusiaan.**
